Temui Bupati Maros, Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung Bincangkan Pemanfaatan Padang Loang

Bantimurung, 26 September 2018. Bertempat di Kantor Bupati Maros, Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung bersama Kepala Sub Bagian TU dan beberapa staf berkoordinasi dengan Bupati Maros, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan beserta dua kepala bidangnya (24/9/2018). Pertemuan ini sebagai tindak lanjut kunjungan Bupati Maros ke Desa Patanyamang beberapa waktu lalu.

Bupati berkunjung hingga ke Padang Loang, sebuah lembah yang dimanfaatkan masyarakat Desa Patanyamang dan Desa Bentenge untuk mengembalakan ternak berupa sapi dan kuda. Menurutnya Padang Loang dapat dimanfaatkan tanahnya oleh masyarakat sekitar untuk tanaman palawija. “Masyarakat di sana hanya memanfaatkan untuk gembalakan ternak sapi dan kuda. Saya ingin mereka dapat memanfaatkan tanahnya. Mereka bisa menanam kentang atau kacang-kacangan. Ada sumber air di sana saya kira ini memungkinkan,” terang Hatta Rahman, Bupati Maros.

Padang Loang yang memiliki luas sekitar 59,7 ha yang saat ini merupakan wilayah Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Dalam tata kelola taman nasional lembah ini merupakan zona tradisional. Masyarakat secara turun temurun telah memanfaatkan padang luas ini sebagai lokasi pengembalaan ternak.

“Sebelum ditetapkannya sebagai taman nasional, lokasi ini pernah ditanami Dinas Kehutanan Maros melalui kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) waktu itu, namun tidak berhasil,” ujar Muh. Nurdin Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Maros.

Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung kemudian menanggapi permintaan Bupati Maros tersebut. “Menurut saya ini memungkinkan untuk dilakukan kerjasama dalam bentuk kemitraan. Kita bisa mempedomani aturan Perdirjen KSDAE Nomor P.06 tahun 2018 yang mengatur tentang Petunjuk Teknis Kemitraan Konservasi pada Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam,” pungkas Yusak Mangetan, Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.

“Kerjasama antara Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung dengan masyarakat di Desa Patanyamang dan Desa Bentenge dapat dilakukan ke depannya melalui perjanjian kerjasama (PKS),” tambahnya.

Bupati Maros juga mengusulkan agar aliran air Dusun Abbo, Kelurahan Leang-leang dapat ditampung melalui bendungan kemudian dialirkan ke rumah-rumah warga.

Lebih lanjut Bupati Maros juga memberi masukan atas tata kelola Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. “Karcis masuk di Kawasan Wisata Bantimurung khusus bagi turis mancanegara cukup mahal. Saya kira ini perlu dievaluasi,” tambahnya.

Sumber: Much. Syachrir – PEH Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini