Upaya Penyelamatan Orangutan, Balai TN Kutai Sinergi Bersama Multipihak

Bontang, 9 Agustus 2018. Berawal dari laporan yang diterima Departemen Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) ke Departemen Lingkungan Hidup (LH) PT. Pupuk Kaltim pada 7 Agustus 2018, security PT. Pupuk Kaltim melaporkan adanya pergerakan Orangutan di sebuah pohon ketapang pada 6 Agustus 2018 malam hari yang disampaikan  penjaga pos di Dermaga 4 Tursina Pupuk Kaltim.

Departemen LH PT. Pupuk Kaltim selanjutnya bergegas menurunkan tim untuk mengamati lokasi munculnya Orangutan tersebut. Dikarenakan lokasi tempat ditemukannya Orangutan yang berdekatan dengan Pabrik dan dikhawatirkan ada potensi bahaya, pada akhirnya memutuskan perlu ada penanganan cepat dengan berkoordinasi dengan Balai Taman Nasional Kutai (TNK) untuk tindak lanjut dari keberadaan Orangutan di kawasan PT. Pupuk Kaltim. Selanjutnya tim dari PT. Pupuk Kaltim dan Balai TNK berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur.

Pengamatan dilakukan oleh tim sampai larut malam, dikarenakan Orangutan tersebut setelah turun dari pohon di dekat pos jaga Dermaga 4 Tursina PT. Pupuk Kaltim langsung mengarah masuk ke dalam hutan. Tidak berhenti pada malam itu, tim melanjutkan pencariannya pada 8 Agustus 2018 dikarenakan menurut informasi pada saat itu Orangutan kembali terlihat di Area Dermaga Tursina PT. Pupuk Kaltim. Berkat kerjasama yang baik antara PT. Pupuk Kaltim dengan TN Kutai, pada akhirnya Orangutan berhasil di handling pada saat ingin menaiki pagar Perusahaan JVC pada pukul 11.30 Wita dengan cara memegang tangan dan kaki Orangutan tersebut secara bersamaan.

Setelah berhasil diamankan, Orangutan betina tersebut diserah terimakan dari PT. Pupuk Kaltim ke Balai TN Kutai dan selanjutnya dilakukan pengecekan kesehatan oleh Drh. Vidi Saputra beserta tim dari BKSDA Kalimantan Timur. Setelah dilakukan observasi, Orangutan dinyatakan dalam kondisi baik dan sehat, serta masih terdapat sifat liar, sehingga pada 9 Agustus 2018 (3 hari setelah pengamatan) Orangutan sudah siap untuk ditranslokasi ke kawasan Taman Nasional Kutai di Resor Sangkima, SPTN Wilayah I Sangatta, yang merupakan salah satu site pengamatan dan habitat orangutan.

Pada saat translokasi berlangsung, GM Umum PT. Pupuk Kaltim Nur sahid menyatakan bahwa Orangutan berhasil di tangkap dengan sangat baik tanpa menciderai primata tersebut. Nur Sahid juga menambahkan, jika orangutan sampai masuk ke dalam Pabrik, tentu akan sangat fatal dan sangat membahayakan banyak pihak, begitu juga jika sampai masuk ke rumah penduduk. Kami berharap orangutan ini dapat kembali ke habitat asalnya dengan sehat dan selamat. Selain itu, kami juga merasa bangga bahwa PT. Pupuk Kaltim dapat membantu menjaga, melindungi dan menyelamatkan salah satu primata yang dilindungi oleh Negara tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Taman Nasional Kutai Nur Patria Kurniawan,S.Hut., M.Sc melalui Dede Nurhidayat (Pengendali Ekosistem Hutan Pertama) mengucapkan terima kasih kepada PT. Pupuk Kaltim yang telah membantu menyelamatkan satwa liar, yang dalam hal ini adalah Orangutan. Pelepasan ini juga merupakan upaya penanggulangan konflik antara satwa liar dengan manusia. Selain itu dengan adanya pelepasan di kawasan TN Kutai ini juga akan menambah jumlah populasi Orangutan, terutama di kawasan Taman Nasional Kutai. Kami berharap masyarakat akan lebih sadar akan keberadaan satwa liar terutama satwa yang sangat dilindungi, bahkan satwa yang sudah menjadi ikon dunia ini. Pada kesempatan yang baik ini juga dihimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan upaya-upaya melukai bahkan sampai membunuh satwa yang dilindungi. #TN Kutai

Sumber : Balai Taman Nasional Kutai

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini