Letter From Ternate : Perjalanan Wallace di Maluku Utara

Sabtu, 09 Juni 2018

Sofifi, 9 Juni 2018. Untuk mengenang kembali perjalanan Sosok Alfred Russel Wallace di Maluku Utara. Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) kembali menggarap sebuah film dokumenter tentang napak tilas perjalanan sang Naturalis dan penjelajah asal Inggris Alfred Russel Wallace. Sebelumnya Balai TNAL pernah memproduksi film yang sama pada tahun 2017 dan sukses menyabet juara 3 di lomba film pendek Taman Nasional dan Taman Wisata Alam di Hari Konservasi Nasional dan Festival TN dan TWA 2017 di Banyuwangi.

Merasa bahwa cerita Wallace di Ternate dan halmahera sangat menarik,  Balai TNAL mengangap perlu untuk membuat kembali film dokumenter ini yang melanjutkan film dokumenter sebelumnya. Yang berbeda dalam film dokumenter ini adalah narasumbernya. Beberapa narasumber berasal dari ahli dibidangnya seperti Prof. Jatna Supriatna dari Akademisi dan ketua yayasan Wallace Indonesia, Mr. Mehd Halaouate dari Birding Indonesia and World Parrot Trust USA, Mr. Simon G Purser Direktur Wallacea Nature Conservation dan Iskandar, Pemerhati lingkungan dan pencinta Burung tutur Muhammad Wahyudi, Kepala Balai TNAL.

Film dokumenter ini mengisahkan tentang perjalanan Wallace selama berada di Maluku Utara. Film yang berjudul “Letter From Ternate” (Surat dari Ternate) adalah murni di produksi oleh Balai TNAL. Mulai dari konsep awal sampai dengan penyusunan naskah, bahkan kameraman sampai editor pun semuanya staf (ASN) Balai TNAL. Lokasi shooting pun dilakukan di kawasan TNAL dan Kota Ternate. kata Wahyudi.

Tujuan pembuatan film dokumenter ini  selain untuk di ikut sertakan dalam lomba Film Pendek di Festival Taman Nasonal dan Taman Wisata Alam di Candi Prambanan Yogyakarta pada bulan Juli mendatang juga sebagai bahan promosi wisata sejarah dan minat khusus tentang napak tilas jejak perjalanan Alfred Russel Wallace di TNAL serta untuk mengingat kembali kepada generasi muda tentang perjalanan penting Wallace di Maluku Utara sehingga tercetusnya teori “Evolusi” yang saat ini perlahan lahan mulai terlupakan oleh masyarakat Indonesia khususnya di Maluku  Utara.

Sumber : M. Sofyan Ansar - Polhut Balai Taman Nasional AketajaweLolobata

 

Berikan rating untuk artikel ini

Average Rating: 0

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini