Masyarakat Desa Batu Merah Dan Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Menanam Untuk Lindungi Sumber Mata Air

Sangtombolang, Selasa, 15 Mei 2018. Masyarakat Desa Batu Merah bersama dengan Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) dan Muspika Kecamatan Sangtombolang melakukan penanaman perdana di sekitar Sungai Singkul pada tanggal 15 Mei 2018. Penanaman pohon ini bertujuan untuk melindungi mata air yang menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat Desa Batu Merah, terutama untuk air minum. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Balai TNBNW, Kepala SPTN Wilayah III Maelang, Perwakilan Camat Sangtombolang, Kapolsek dan Danramil Sangtombolang, Babinsa serta Babinkamtibnas setempat.

Desa Batu Merah merupakan salah satu desa penyangga yang menjadi mitra dalam pengelolaan kawasan TNBNW. Lokasinya berada di wilayah kerja Resort Buroko SPTN Wilayah III Maelang. Desa Batu Merah memiliki 157 KK dengan mata pencaharaian utama sebagian besar adalah sebagai nelayan. Sejak tahun 2017, Desa Batu Merah melaksanakan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) dengan membangun bak penampungan air dan memanfaatkan air yang bersumber dari Sungai Singkul. Air tersebut kemudian dialirkan ke rumah warga dan dimanfaatkan oleh sekitar 518 jiwa penduduk Desa Batu Merah. Oleh karena itu, sebagi wujud komitmen masyarakat Desa Batu Merah untuk melindungi sumber mata air tersebut, maka dilakukan kegiatan penanaman yang diinisiasi oleh Resort Buroko, SPTN Wilayah III Maelang, Balai TNBNW bersama pemerintah Desa Batu Merah.

Kegiatan penanaman tersebut disambut baik dan didukung penuh oleh seluruh masyarakat Desa Batu Merah serta seluruh stakeholder yang ada. Dalam sambutannya Kepala Balai TNBNW, Lukita Awang Nistyantara menyampaikan bahwa taman nasional sebagai aset yang sudah ada perlu dijaga agar bisa diwariskan kepada anak cucu kita dengan kondisi yang lebih baik daripada sekarang, dan ini akan dilakukan masyarakat Desa Batu Merah melalui kegiatan penanaman. Selain itu, Kepala Balai juga menyampaikan bahwa kita perlu menyepakati konsep tata ruang yang berhubungan dengan norma etika alam itu sendiri. “Ketika kita mengelola alam ini dengan benar, memperlakukan dengan benar, maka alam akan berpihak pada kita”, tegas Lukita Awang Nistyantara. Dan diakhir penyampaiannya, Kepala Balai menyampaikan bahwa tugas Balai TNBNW adalah menajaga kawasan taman nasional, dan masyarakat harus bisa mendukungnya agar mereka bisa memanfaatakan jasa lingkungan yang disediakan oleh taman nasional. Untuk itu, maka perlu adanya kerjasama antara Balai TNBNW dengan masyarakat untuk bisa sama-sama menjaga kawasan TNBNW.

Pada kesempatan ini, Sangadi Desa Batu Merah Yokber Sasundu menyampaikan apresiasinya kepada Balai TNBNW khusunya Resort Buroko yang telah melakukan pembinaan kepada masyarakat Desa Batu Merah dengan memberikan pelatihan menjahit serta memfasilitasi pengadaan 2000 bibit tanaman, terdiri dari jenis cempaka, nantu, gaharu, durian dan duku. Apresiasi yang sama juga disampaikan Sangadi kepada seluruh masyarakat Desa Batu Merah dan aparat pemerintah daerah yang sudah mendukung terlaksananya program penanaman ini. ”Sungai Singkul merupakan aset yang berharga bagi masyarakat Desa Batu Merah sebagai sumber air bersih. Oleh karena itu, menjaga dan melindungi sumber mata airnya menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan oleh seluruh masyarakat Desa Batu Merah”, kata Yokber Sasundu selaku Sangadi Desa Batu Merah. Sangadi juga menjelaskan bahwa penanaman bibit pohon yang sudah disediakan Balai TNBNW akan dilanjutkan oleh masyarakat Desa Batu Merah setiap kegiatan “Jumat Bersih” sampai seluruh bibit habis tertanam di sepanjang bantaran Sungai Singkul. Untuk ke depannya, Sangadi Desa Batu Merah mengharapkan adanya bantuan bibit manggis untuk ditanam oleh masyarakat setempat. Sangadi berharap bahwa manggis akan menjadi ikon dari Desa Batu Merah.

Taman Nasional BoganiNaniWartabone dengan luas 282.008,757 hektar ini telah ditetapkan sebagai kawasan taman nasional sejak tahun 1993 berdasarkan SK Menhut No.724/Kpts-II/1993 oleh karena kawasan ini merupakan daerah tangkapan air daerah Bolmong dan memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi sehingga menjadi penyangga kehidupan masyarakat, khususnya di daerah Bolaang Mongondow. Taman Nasional Bogani Nani Wartabone merupakan aset nasional bangsa Indonesia, dan dilindungi oleh Undang Undang.

 

 

Sumber : Dini Rahmanita - BTNBNW

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini