Catatan Asian Waterbird Census 2018 di Taman Nasional Kutai

Setiap minggu ke-1 hingga minggu ke-2 bulan Januari dilaksanakan kegiatan Asian Waterbird Census (AWC) yang secara nasional dikoordinir oleh Wetland International Indonesia. Pada tahun 2018 ini, AWC mulai dilaksanakan pada tanggal 6 hingga 21 Januari 2018. Sebagaimana tahun sebelumnya, Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Balai Taman Nasional Kutai tidak ketinggalan untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Tahun ini, pengamatan burung air dilaksanakan di empat lokasi, baik yang berada di dalam kawasan taman nasional maupun di wilayah yang berbatasan dengan taman nasional. Lokasi-lokasi pengamatan tersebut meliputi Bontang Kuala, Teluk Pandan, Sangkima, dan Pantai Teluk Lombok. Dari hasil pengamatan di empat lokasi tersebut, dijumpai 24 jenis burung air. Selain burung-burung penetap, juga dijumpai beberapa jenis burung migran, seperti trinil kaki-merah (Tringa totanus), trinil kaki-hijau (Tringa nebularia), gajahan Erasia (Numenius arquata), cerek kernyut (Pluvialis fulva), cerek kalung-kecil (Charadrius dubius), trinil semak (Tringa glareola), dan gagang-bayam timur (Himantopus leucocephalus). Jenis-jenis umum seperti kuntul kecil (Egretta garzetta) dan kuntul kerbau (Bubulcus ibis) dijumpai dalam jumlah cukup banyak, lebih dari 100 ekor.

Ancaman bagi burung-burung air tersebut adalah adanya kerusakan hutan mangrove dan perubahan habitat burung sebagai pemukiman, terutama pada habitat yang berada di luar kawasan taman nasional. Perlu kesadaran bersama untuk menjaga dan melindungi kawasan yang menjadi habitat burung-burung tersebut, sehingga burung-burung tersebut dapat selalu terjaga kelestariannya, dan burung-burung migran selalu memiliki tempat singgah ketika musim migrasi tiba.

Sumber : BTN Kutai

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini