Brainstorming Bersama Multipihak Bukti Kesiapan BBKSDA Papua Kerja Bersama 2018

Jayapura, 11 Januari 2018. Balai Besar KSDA Papua bersama dengan USAID Lestari, Kelompok Pecinta Alam HIROSI dan Papua Reptil Mania (PREMAN) duduk bersama urun rembug dalam program dan kerjasama pengelolaan konservasi (10/1/18). Hal ini merupakan brainstorming dengan pihak-pihak yang juga konsentrasi pada pengelolaan kawasan konservasi dan lingkungan khususnya CA Peg. Cycloop.

Pihak USAID Lestari (Ibu Lingke Rahawarin), menyampaikan perihal kegiatan Kampanye Save Cycloop dan Danau Sentani pada peringatan hari Air tanggal 22 Maret 2018 mendatang karena sumber air dari Danau Sentani adalah dari Cycloop. Info ini harus disampaikan ke PDAM dan diperlukan data input air Cycloop ke Danau Sentani. Mengenai hal ini pula Pak Richard (USAID Lestari) mengemukakan “Kalau boleh dalam seminar nanti ada salah satu masyarakat adat di kampung untuk mempersentasikan masalah air di kampungnya”.

Komunitas Papua Reptil Mania (PREMAN) diwakili  Pak Angki berencana membuat sosialisasi pencegahan perdagangan TSL. Hal ini terkait dengan banyaknya temuan TSL yang dikirim secara illegal melalui Bandara, sehingga butuh bantuan Polhut BBKSDA Papua. Kababes KSDA Papua, Ir. Timbul Batubara, M.Si, menegaskan “Teman-teman PREMAN harus sama-sama dengan Polhut BBKSDA Papua dalam melakukan kegiatan penyuluhan dan kegiatan-kegiatan lainnya yang ada dalam tupoksi BBKSDA Papua”.

Terkait temuan Tim Pencinta Alam Pendaki Gunung Cycloop Sentani ditemukan sebuah Telaga Biru di Puncak Gunung Cycloop yang mereka namakan “TELAGA BIRU CYRAYAHI di Gugusan Robhonsolo Cycloops Sentani. Maka HIROSI (Pak Marsel) menyampaikan tentang keunikan Telaga Biru bahwa tidak ada air masuk dan keluar, air tidak berbau serta kedalaman air sekitar ± 12 meter dibagian tengah. Lokasinya arah Kampung Harapan Sentani.

Berkaitan dengan temuan Telaga Biru tersebut, di tahun 2018 ini akan diadakan Festival Cycloop yang rencananya dilaksanakan tanggal 11 Desember 2018 bertepatan dengan Hari Gunung Internasional. Point penting dari perhelatan ini adalah upaya ritual maupun nyata masyarakat adat adat untuk selamatkan air Peg. Cycloop.

“Pada hari puncak kegiatan Festival ada beberapa kegiatan yang dapat ditampilkan yaitu pagelaran budaya dan jalan kaki dengan pakaian adat” ucap Kepala BBKSDA Papua, “tentu ini sangat menarik” tandasnya lagi. “Akan dibuat ekspedisi cycloop, menjelajah dari barat sampai ke timur” tambah Kepala Bidang Teknis BBKSDA Papua (Ir. Ahmad Yani). Festival Cycloop dimaksudkan pula sebagai usaha promosi pariwisata di Tanah Papua, berkesempatan saat yang sama hadir pula Putri Pariwisata Papua 2017 yang bertugas juga untuk mempromosikan pariwisata Papua agar bergema lebih luas lagi.

Pada akhir perbincangan, pihak USAID Lestari, Kelompok Pecinta Alam HIROSI dan Papua Reptil Mania (PREMAN) menyampaikan kekaguman kepada Kepala BBKSDA Papua, Ir. Timbul Batubara, M.Si yang selalu welcome dan open minded dalam segala konsep tentang pengelolaan kawasan konservasi dan lingkungan, karena dengan banyak pihak yang terlibat dalam pengelolaan maka semua elemen masyarakat akan ikut merasa memiliki  alam sekitar beserta manfaat yang diberikan oleh alam, sehingga bersama-sama akan menjaganya.

Sumber : Mochtar Tanassy, S.Hut - Tenaga Bakti Rimbawan & Diah Warastuti - PEH Balai Besar KSDA Papua

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini