Personil Resort Tondong Tallasa Lakukan Monitoring Elang

Elang ular Sulawesi (Spilornis rufipectus) salah satu jenis elang endemik Sulawesi hasil monitoring Elang di Resort Tondong Tallasa. Foto: Kamajaya Shagir 

Bantimurung, 5 Oktober 2017. Taman Nasional (TN) Bantimurung Bulusaraung memiliki 17 jenis elang. Data tersebut dihimpun sampai dengan akhir tahun 2016. Dari jumlah elang tersebut terdapat 4 jenis endemik Sulawesi, jenis dimaksud adalah elang alap ekor totol (Accipiter trinotatus), elang alap kecil (Accipiter nanus), elang Sulawesi (Nisaetus lanceolatus), dan elang ular Sulawesi (Spilornis rufipectus). Semua jenis elang merupakan satwa yang dilindungi.

Seminggu lalu personil Resort Tondong Tallasa, SPTN Wilayah I Balocci gelar kegiatan monitoring elang di Desa Bantimurung, Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep). Kegiatan tersebut berlangsung selama 5 hari dari tanggal 25 September sampai dengan 29 September 2017. Kegiatan monitoring elang ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan populasi elang di permanent monitoring plot yang sudah ditetapkan sebelumnya pada kegiatan yang sama pada Mei 2013. Pengumpulan data dan informasinya menggunakan metode point counts dan line transect.

Ramli selaku salah satu anggota tim melaporkan hasil monitoring elang tersebut. Hasilnya sangat menggembirakan karena hasil monitoring di lokasi yang sama empat tahun lalu hanya teridentifikasi 4 ekor elang yang terdiri dari 3 jenis. Tahun 2017 ini lebih banyak dijumpai. “Tim monitoring berhasil mengidentifikasi elang sebanyak 16 ekor yang terdiri dari 6 jenis. Keenam jenis tersebut adalah elang paria (Milvus migrans), Elang Ular Sulawesi (Spilornis rufipectus), Alap-alap sapi (Falco moluccensis), Elang ikan kepala kelabu (Ichtyophaga ichtyaetus), Sikep-madu Sulawesi (Pernis celebensis), dan Baza Jardon (Aviceda jerdoni) ujarnya. Dari hasil monitoring elang tersebut juga terdapat jenis yang baru teridentifikasi. “Kami mengidentifikasi elang ikan kepala kelabu di Resort Tondong Tallasa yang belum ada dalam daftar elang di TN Bantimurung Bulusaraung.” tambahnya. Dengan begitu menambah daftar jenis elang di kawasan TN Bantimurung Bulusaraung menjadi 18 jenis di Tahun 2017 ini.

“Elang merupakan predator tertinggi. Dengan banyaknya elang yang teridentifikasi mencirikan bahwa ekosistem hutan karst di wilayah tersebut masih baik” ujar Iqbal Abadi Rasjid, Kepala SPTN Wilayah I Balocci saat kami konfirmasi.

Kamajaya Shagir, PEH Balai TN Bantimurung Bulusaraung menambahkan bahwa tercatat satu jenis vagran di kawasan konservasi ini. Vagran berarti spesies yang bermigrasi di luar jadwal migrasi atau di luar jangkauan jalur migrasi. Perilaku ini sering disebut sebagai jenis migran tersasar. Adalah jenis sikep mata putih (Butastur teesa), catatan pertama untuk kawasan di Indonesia, di kawasan TN Bantimurung Bulusaraung. Catatan ini dipublikasikan oleh Kamajaya Shagir dan Muhammad Iqbal di BirdingAsia (23): 124–125: White-eyed Buzzard Butastur teesa, a new species for Greater Sundas and Wallacea.

Ayo kenali dan cintai Negerimu dengan cara baik dan benar.

Sumber : Taufiq Ismail & Kamajaya Shagir (foto) - PEH Balai TN Bantimurung Bulusaraung

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini