Pesona Demplot Anggrek CA Pararawen, Kalimantan Tengah

Cagar Alam Pararawen merupakan salah satu kawasan konservasi yang berada di Kabupaten Barito Utara Provinsi Kalimantan Tengah. Kawasan konservasi dengan suasana hutan hujan tropis yang masih asli dan posisi geografisnya yang berbukit bukit, merupakan suatu kawasan yang berperan penting bagi kehidupan masyarakat sekitarnya. Selain sebagai pengatur tata air dan mencegah bencana longsor, keindahan dan kekhasan flora yang ada di kawasan tersebut merupakan salah satu potensi keanekaragaman hayati yang harus dilestarikan. Salah satu potensi flora yang ada yaitu keragaman keluarga orchidaceae (anggrek) yang merupakan daya tarik kawasan.  Kawasan hutan Cagar Alam Pararawen yang berjarak sekitar 7 jam perjalanan darat dari kota Palangkaraya merupakan habitat puluhan jenis anggrek.

Dalam upaya konservasi jenis tumbuhan yang diharapkan dapat melestarikan tumbuhan yang ada, KPHK Pararawen telah membangun demonstrasi plot tumbuhan anggrek  (demplot anggrek) di dusun Pararawen atau tepatnya di Resort Pararawen I.  Demplot tumbuhan anggrek diharapkan dapat menjadi miniatur kawasan hutan yang berisikan beberapa jenis anggrek alam serta untuk mengenalkan jenis-jenis anggrek yang ada di kawasan Cagar Alam Pararawen kepada masyarakat tanpa harus masuk ke dalam kawasan. Demplot anggrek di Resort Pararawen I dibuat sedemikian rupa sealami mungkin dengan menanam anggrek pada pohon induk/inang ataupun langsung di tanah selain itu beberapa batang anggrek ditanam di dalam pot kemudian diletakkan pada rak display dan digantung sebagai display bagi pengunjung yang ingin melihat jenis anggrek lebih dekat. Pagar dan papan informasi juga dibuat sebagai penanda lokasi demplot anggrek.

Demplot anggrek CA Pararawen dikelola oleh tenaga lapangan KPHK Pararawen. Dengan adanya demplot anggrek dapat mencegah tangan-tangan jahil yang memetik anggrek alam dari dalam kawasan CA pararawen. Kegiatan umum yang dilakukan di Demplot Anggrek  antara lain :

1. Perkembangbiakan Anggrek

Ada sekitar 40 (empat puluh) jenis anggrek yang terdapat di Demplot Anggrek, dengan 3 (tiga) diantaranya merupakan jenis anggrek yang dilindungi yakni : Coelogyne   Pandurata./ Anggrek Hitam, Grammatophyllum  Speciosum./ Anggrek Tebu dan Renantherta   Matutina./ Anggrek Jingga. Anggrek anggrek tersebut dikumpulkan satu demi satu dari dalam kawasan Cagar Alam Pararawen. Umumnya, anggrek alam bertengger di dahan atau batang pohon. Namun tak jarang juga hidup di atas lantai hutan atau bahkan di antara bebatuan. Dengan begitu, butuh nyali untuk mendapatkan anggrek.

2.  Pemeliharaan Anggrek

Bentuk  pemeliharaan  anggrek  yang  dilakukan adalah  penyiraman  secara  rutin  setiap  2  kali sehari,  pemupukan  dengan  menggunakan pupuk cair dari jenis pupuk organic, Pupuk daun, Pupuk bunga dan pembersihan dari gulma serta  penanggulangan  terhadap  serangan  hama dan penyakit. Dengan adanya kegiatan Budidaya tanaman Anggrek ini diharapkan akan menuai hasil yang baik, yaitu bertambahnya jenis spesies anggrek dan juga sebagai upaya menekan ancamnan kepunahan pada jenis anggrek yang dirasa langkah keberadaannya

3.  Pengenalan jenis Anggrek

Pengenalan jenis Anggrek dilakukan oleh petugas  lapangan  kepada  terhadap  tamu  dan pengunjung  demplot  Anggrek ini. KPHK Pararawen juga secara rutin mengundang sekolah-sekolah yang ada disekitar kawasan untuk mengunjungi Cagar Alam Pararawen pada umumnya dan demplot anggrek pada khususnya untuk pendidikan dan pembelajaran lingkungan.

Keindahan, keanekaragaman, dan keunikan jenis anggrek endemik Kalteng membuat kesan keindahan tersendiri yang sangat menawan dipandang mata, Anggrek memiliki nilai potensi yang sangat tinggi karena merupakan lambang identitas. Karena potensi yang besar ini maka juga sekaligus sebagai tantangan untuk menjaga, mengelola dan melestarikan-nya. Aset kekayaan genetik ini mampu memberi nilai ekologis tinggi apabila dilestarikanm dengan baik .

Oleh: Agung, Rizky dan Prima (Bakti Rimbawan KPHK Pararawen)

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini