Kipas Dewi Venus

Beberapa orang menyebutnya Anggrek Kipas Dewi Venus, dengan sebutan ilmiah Bulbophyllum lepidum. Pada umumnya anggrek ini hidup sebagai tanaman epifit yang menempel pada pohon maupun bebatuan berlumut di dataran rendah hingga tinggi mulai dari 300 – 1100 mdpl. Kipas Dewi Venus ini merupakan tanaman asli Asia Tenggara yang hidup mulai dari Daratan India, Myanmar,Thailand, Malaysia, dan Indonesia. Anggrek Bulbophyllum lepidum termasuk tanaman asli hutan dataran rendah dan tumbuh di area perbukitan wilayah Hutan Suaka Alam Kelompok Hutan Gumai Tebing Tinggi yang terletak di Kabupaten Lahat dan Kabupaten Empat Lawang Sumatera Selatan.

Bulbophyllum lepidum merupakan jenis anggrek kecil dengan ciri daun berbentuk oval dengan panjang antara 8 – 11 cm dengan tangkai daun menggembung bulat. Bunga sempurna akan membentuk susunan berupa kipas dengan warna beragam tergantung dari habitat dimana mereka tumbuh. Pada umunya bunga anggrek ini berwarna merah marun hingga merah pada pangkal dengan tepian berwarna kuning keputihan. Anggrek dewasa akan membentuk rumpun besar yang dapat menutupi seluruh permukaan batang pohon ataupun bebatuan dimana dia melekat hidup. Bulbophyllum lepidum akan berbunga pada peralihan musim dan akan mengasilkan bunga pada setiap Bulb atau batang bunga yang dapat berjumlah sangat banyak, hal inilah yang menjadikan Anggrek Kipas Dewi Venus ini banyak dikolesi oleh para hobiis dan pecinta anggrek baik dalam maupun luar negeri.

Dalam statusnya, Anggrek Bulbophyllum lepidum merupakan jenis anggrek APPENDIX II dalam CITES yaitu hanya memperbolehkan anggrek hasil Budidaya yang dapat diperjual belikan. Pada akhir dekade ini beberapa jumlah populasi tanaman khas indonesia kian menurun tak terkecuali Anggrek Kipas Dewi Venus ini akibat banyaknya pemburu ataupun kolektor tanaman yang mengambil berbagai jenis tanaman tanpa memperhatikan kelestarianya. Oleh sebab itu perlindungan dan upaya konservasi berbagai jenis flora harus segera dilakukan untuk mencegah kepunahan berbagai jenis tanaman khas dan unik terutama yang berasal dari Indonesia.

Sumber : BKSDA Sumatera Selatan

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini