Harimau Muncul di Desa Mardinding, BBKSDA Sumut Lakukan Sosialisasi

Ternak peliharaan warga korban dari munculnya harimau di Desa Mardinding

Mardinding, 21 Juni 2022. Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) kembali muncul. Kali ini si raja hutan menyambangi Desa Mardinding, Kecamatan Tiga Nderket, Kabupaten Karo, daerah yang merupakan lereng Gunung Sinabung bekas pemukiman warga sebelum terjadinya erupsi. Kehadiran satwa liar dilindungi ini ditandai dengan memangsa 2 ekor ternak sapi peliharaan warga, pada Minggu 19 Juni 2022.

Setelah menerima laporan konflik tersebut, Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang, Tuahman Raya Tarigan, S.Sos., segera turun ke lokasi untuk melakukan koordinasi dengan Kepala Kepolisian Sektor Tiga Nderket, Babinsa Koramil Tiga Nderket, Kepala Desa Mardinding dan masyarakat. Upaya mitigasi yang dilakukan petugas berupa : pengamatan  lokasi kejadian, memantau jejak-jejak yang ada, pengecekan hewan ternak yang menjadi korban penyerangan harimau, serta pengambilan titik koordinat tempat kejadian.

Koordinasi dengan pihak-pihak terkait di TKP

Dari hasil pengamatan diketahui, bahwa lokasi munculnya harimau merupakan areal bekas pemukiman yang telah ditinggalkan warga akibat  erupsi gunung Sinabung beberapa tahun yang lalu. Mengingat saat ini  erupsi sudah mulai mereda, maka warga kemudian menggunakan areal tersebut untuk menggembalakan ternak peliharaannya. Ternak yang dilepasliarkan di lokasi tersebut, menjadi sasaran penyerangan harimau sehingga mengakibatkan 2 ekor sapi diantara ternak-ternak peliharaan warga,  mati diterkam harimau.

Lokasi kejadian (TKP) berada di kawasan hutan produksi terbatas dan kurang lebih 670 m jaraknya dari kawasan  hutan lindung, serta kurang lebih 7,38 km dari kawasan hutan konservasi Taman Nasional Gunung Leuser.

Masih dalam rangkaian mitigasi, petugas juga melakukan sosialisasi dengan menghimbau masyarakat  untuk berhati-hati dan waspada akan kemungkinan kembali munculnya si raja hutan. Diingatkan juga agar warga mengamankan ternak peliharaannya dan tidak melepasliarkan sehingga tidak memancing kehadiran harimau. Selain itu, juga diserahkan petasan yang dapat digunakan untuk menghalau serta mengusir harimau bila diketahui sewaktu-waktu muncul kembali.

Penyerahan petasan kepada warga melalui kepala desa

Sumber : Tuahman Raya Tarigan, S.Sos - Kasie Wilayah I Sidikalang BBKSDA Sumut

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini