Mengamati Pergerakan Kalong Besar di Mangrove Love TN Komodo

Kalong besar bergerak ke arah Pulau Komodo dan Rinca meninggalkan sarangnya dari Mangrove Love di Resort Padar Utara

Labuan Bajo, 20 September 2022. Jagawana (ranger) Resort Padar Utara Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Balai Taman Nasional Komodo kembali melakukan pemantauan populasi kalong besar (Pteropus vampyrus) di sekitar area Mangrove Love. Pemantauan satwa nokturnal ini merupakan contoh bentuk kegiatan resort–based management (RBM) yang rutin dilakukan oleh ranger di Resort Padar Utara yang datanya telah dikumpulkan sejak pertengahan tahun 2020. Sama halnya dengan Pulau Kalong Rinca, Mangrove Love adalah salah satu titik konsentrasi habitat kalong besar terpadat di Taman Nasional Komodo.

Petugas Resort Padar Utara juga menggunakan metode exit count/emergence count survey untuk menghitung individu kalong besar yang keluar dari habitatnya saat senja datang. Metode survei tersebut   dipandang sangat efektif untuk dapat mengamati pergerakan dan mampu menghasilkan angka dugaan populasi satwa mamalia terbang ini yang hidup di dalam kawasan Taman Nasional Komodo.

Pengamatan dimulai pukul 17:30 WITA hingga matahari terbenam atau jarak pengamatan terlampau gelap/tidak dapat terlihat lagi. Namun, jam terbang kalong besar tidak menentu. Berdasarkan pengamatan petugas, inkonsistensi jam terbang kalong mungkin disebabkan oleh pengaruh cuaca seperti angin kencang dan hujan.

Petugas Resort Padar Utara SPTN Wilayah 3 Balai Taman Nasional Komodo melakukan pengamatan populasi kalong besar dengan metode exit count/emergence count

Petugas   menentukan   nilai   tertinggi   pengamatan   pada   setiap   bulannya   untuk   dapat menghasilkan  dugaan  angka  populasi  bulanan.  Berdasarkan  pengamatan  petugas  selama periode Bulan Januari – September 2022, nilai tertinggi estimasi populasi kalong besar di Mangrove Love Padar mencapai + 2.896 individu, dengan jumlah rata-rata populasi mencapai +2500 individu. Angka ini terbilang kecil jika dibandingkan dengan dugaan populasi kalong besar di Pulau Kalong Rinca yang dapat mencapai > 10.000 individu.

Petugas  juga  memperhatikan  bahwa  arah  pergerakan  kalong  mencari  makan  diketahui mengarah ke Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan kemungkinan Pulau Flores. Pola terbang ini dipengaruhi oleh ketersediaan pakan (nektar, bunga, dan buah) yang ada di ketiga wilayah tersebut. Sebagai contoh, Pulau Komodo memiliki kelimpahan vegetasi pakan kalong besar yang cukup tinggi diantaranya: srikaya (Anona squamosa), lontar (Borassus flaballifer), asam (Tamarindus indica), dan kesambi (Schleichera oleosa).

Ranger Balai Taman Nasional Komodo berharap agar masyarakat, agen perjalanan wisata, kru kapal, dan wisatawan dapat menghargai keberadaan dan manfaat kalong besar bagi ekosistem di Taman Nasional Komodo serta wilayah sekitarnya. Kalong besar harus dijaga dan dilestarikan agar  manfaat  jasa  ekosistemnya  dapat  selalu  dirasakan  oleh  masyarakat  luas,  utamanya manfaat kalong sebagai penyerbuk bunga durian, salah satu buah favorit di Kabupaten Manggarai Barat.

Sumber : Balai Taman Nasional Komodo

Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862)

Penulis Berita: Polisi Kehutanan Ahli Pertama - Arif Ardianto Sofian, S.Si. (+6285713254775) dan Polisi Kehutanan Pemula - Firman Nuralam Suryadi (+6285710857746)

Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) dan Mahasiswa Manajemen Destinasi Pariwisata Politeknik Pariwisata NHI Bandung - Yudha Pamungkas (+6282210465828)

Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6281138290000)

 

 

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini