Pengembangan Jejaring Kerja Pengelolaan ASEAN Heritage Park di Indonesia

Makassar, 11 Agustus 2022. Peningkatan koordinasi dan pengembangan jejaring kerja pengelolaan ASEAN Heritage Park (AHP) di Indonesia , Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi (RenKK) turut hadir pada rapat  ASEAN Heritage Park Indonesia Network Meeting tanggal 10-11 Agustus 2022 di Hotel Swiss Belhotel Makassar. Rapat ASEAN Heritage Park Indonesia Network Meeting ini diselenggarakan oleh Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Species dan Genetik (KKHSG) yang dilaksanakan dalam rangka pembahasan Draft AHP Indonesia Action Plan, Persiapan Side Event on the 7th AHP Conference  dan Share Learning Pengelolaan AHP di Indonesia.

ASEAN Heritage Park  (AHP) Indonesia Network Meeting  dimulai dengan rapat secara tatap muka dan virtual meeting yang dibuka oleh Direktur KKHSG dan dihadiri oleh beberapa Kepala Balai Taman Nasional (TN) yang terpilih menjadi AHP, Perwakilan Sekretariat AHP, ACB dan Proyek SGP ACB Indonesia, serta perwakilan dari Direktorat Lingkup Ditjen KSDAE. Tak hanya duduk dan diskusi, peserta juga diajak field trip ke 3 lokasi wisata Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung untuk studi banding bagaimana pengelolaan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung sebagai AHP.

Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung menyampaikan bahwa TN Bantimurung Bulusaraung ditetapkan sebagai kawasan konservasi karena keunikan ekosistemnya dengan kekayaan keanekaragaman hayati yang tinggi dan memiliki peran penting sebagai sistem pendukung kehidupan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar taman. Salah satu ekosistem yang unik adalah ekosistem Karst dengan tipe tower (Karst Tower). Sekitar 20.000 hektar dari 43.750 hektar taman nasional Babul adalah ekosistem Karst. Dengan jenis menara karst yang unik, dan keanekaragaman hayati serta gua-gua di taman yang terkenal di seluruh dunia, taman nasional Bantimurung Bulusaraung juga telah diakui sebagai surga bagi para pelancong.

“Dari segi ekowisata, pengembangan ekowisata karst dinilai sebagai konsep yang paling ideal dalam meningkatkan nilai kawasan. Pendekatan ekowisata berkelanjutan dikembangkan melalui pengembangan pariwisata yang bertanggung jawab sesuai dengan prinsip-prinsip alam yang menekankan aspek pendidikan, aspek keberlanjutan, dan aspek yang menguntungkan. Pengembangan wisata ekologis terbentuk dalam pemanfaatan bahan dan unsur lokal secara optimal, desain yang sensitif terhadap lingkungan, dan partisipasi masyarakat lokal dalam pengembangan pariwisata. Akhirnya, dapat memberikan kesejahteraan tertentu bagi masyarakat di sekitar taman nasional dan mempromosikannya sebagai tujuan wisata kelas dunia. Kami juga memfasilitasi masyarakat di zona penyangga taman nasional, seperti membimbing mereka untuk mengoptimalkan potensi mereka, terutama dalam memanfaatkan hasil hutan bukan kayu. Sampai saat itu, produk yang siap dipasarkan dibuat seperti madu, serpihan jamur, tumblr bambu, jahe instan, gula semut dan gula cair. Pada akhirnya, melalui program pemberdayaan masyarakat ini mampu meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat di sekitar Taman Nasional. Sementara itu, staf Taman Nasional juga mengajak masyarakat untuk turut serta menjaga hutan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung yang juga menjadi sumber bahan baku yang mereka gunakan. Hasil hutan bukan kayu tersedia jika hutan juga dipertahankan” ungkap Kepala Balai TN Bantimurung Bulusaraung.

Adapun sebagai informasi, ASEAN Heritage Parks ( AHP ) adalah kawasan lindung terpilih di kawasan ASEAN yang dikenal karena keanekaragaman hayati dan ekosistemnya yang unik, hutan belantara dan nilai-nilai luar biasa dalam pemandangan, budaya, pendidikan, penelitian, rekreasi dan pariwisata. Di Indonesia ada 7 Taman nasional yang dideklarasikan menjadi ASEAN Heritage Parks yaitu  Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat, Taman Nasional Way Kambas, Taman Nasional Kepulauan Seribu, Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Taman Nasional Wakatobi dan Taman Nasional Lorentz.

Sumber : Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi

 

 

 

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini