Monitoring Rehab DAS – Pemulihan Ekosistem di SM Kuala Lupak

Kuala Lupak, 8 Juni 2022 – Balai KSDA Kalimantan Selatan bersama dengan Balai PDASHL Barito melaksanakan monitoring Rehab DAS IPPKH PT. Adaro Indonesia di Suaka Margasatwa (SM) Kuala Lupak, Selasa, (7/6) tepatnya di Sungai Bakau Desa Kuala Lupak. Monitoring ini sekaligus bimbingan teknis Rehab DAS oleh tim dari Balai KSDA Kalimantan Selatan yang terdiri dari Kepala Balai, Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc., Kepala SKW II, M. Ridwan Effendi, S.Hut, M.Si., dan juga Kepala Resort SM Kuala Lupak dan SM Pulau Kaget Ahmad Barkati.  Untuk bimbingan teknis dilaksanakan guna memberikan arah dan panduan dalam pemeliharaan serta meningkatkan keberhasilan kegiatan Rehab DAS sebagai tahapan untuk serah terima pekerjaan dari pihak pelaksana kepada penerima kegiatan. Selain itu pihak BPDASHL Barito juga menyampaikan kriteria kondisi tanaman yang akan diserah terimakan. Kendala atau permasalahan selama kegiatan rehab DAS tersebut juga disampaikan oleh pihak pelaksana, dan secara bersama antara pengelola kawasan (BKSDA Kalsel) dan pihak yang melaksanakan rehab DAS kemudian mencari alternatif solusi. 

2-2022-06-14 at 9.38.25 AM

Monitoring dan bimbingan teknis kegiatan Rehab DAS ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penyampaian materi, diskusi dan observasi lapangan, dimana tim pelaksana rehab DAS mendapatkan penjelasan terkait kriteria keberhasilan tanaman dan kiat-kiat untuk mempertahankan tingkat keberhasilan tersebut. Tim juga menuju petak yang dijadikan contoh yang sesuai dengan kriteria keberhasilan. Tanaman yang ada di dalam petak diperhatikan pertumbuhannya baik dari segi jumlah daun maupun tinggi tanaman.  Tanaman yang tidak mencapai kriteria disarankan untuk dirawat atau segera disulam agar persentase dalam satuan luasan tidak berkurang.

3-2022-06-14 at 9.38.36 AM

Pihak BPDASHL Barito selaku pihak yang memberikan kriteria tersebut, menyatakan bahwa sebagian besar tanaman yang ada telah masuk dalam kriterian keberhasilan tanaman, hanya beberapa tanaman saja yang segera dirawat atau segera disulam.  Pihak vendor penanaman menyampaikan beberapa kendala dalam kegiatan penanaman. Diantaranya adalah hama kepiting yang menyerang tanaman baru, terutama tanaman sulaman.  Dimana hama kepiting biasanya menyerang tanaman baru atau tanaman sulaman.  Pihak BPDASHL Barito memberikan saran untuk penggunaan pelindung tanaman dari bahan bambu untuk mencegah serangan kepiting terhadap tanaman sulaman.  Selain itu menyarankan agar sarana dan prasarana pelengkap kegiatan rehab DAS agar segera dipenuhi diantaranya adalah jembatan inspeksi.

Dr. Mahrus menjelaskan bahwa kegiatan rehab DAS dalam konteks konservasi merupakan kegiatan Pemulihan Ekosistem pada Blok Rehabilitasi. Diharapkan setelah tanaman diserah terimakan kepada BKSDA Kalsel selaku pengelola kawasan masih ada kegiatan pemeliharaan lanjutan oleh pihak Adaro melalu sumber dana CSR agar pertumbuhan tanaman tetap bagus minimal sampai umur tanaman 5 tahun. Kegiatan ini dapat dipayungi melalui mekanisme Perjanjian Kerja Sama Penguatan Fungsi.

Dalam kegiatan ini hadir pula perwakilan PT. Adaro Indonesia, pihak PT. Rehabilitasi Lingkungan Indonesia (RLI) dan pihak PT. Graha Persada Amanah (GPA) selaku vendor kegiatan penanaman serta anggota kelompok Kemitraan Konservasi. (ryn)

Sumber : Cecep Budiarto, S.Hut - Penyuluh Kehutanan Seksi Konservasi Wilayah II Banjarbaru Balai KSDA Kalimantan Selatan 

Komentar

Login terlebih dahulu bila ingin memberikan komentar.

Login

Belum terdapat komentar pada berita ini